Integritas Informasi di Sosial Media dan Perilaku Netizen

Gue hanya ingin menuliskan apa yang ada di otak gue tentang apa yang gue rasakan saat ini di masyarakat internet..


Jaman sekarang itu lebih banyak orang-orang yang baru masuk dan mengenal dunia maya dari pada orang-orang waras yang paham hakikatnya peran media sosial bagi kehidupan. Plat form seperti Instagram, Twitter, Facebook dan semacamnya dipergunakan lebih lebar lagi jangkauannya. Dari yang fungsinya sekedar hiburan sampai media pendekat silaturahmi, sekarang banyak orang yang justru mengunakan media sosial sebagai alat pencari berita. Berita dari sosial media ini seharusnya dipikirkan, apakah berita yang disampaikan itu benar? Seharusnya kita bisa lebih mengkroscek lagi mengenai berita yang terdapat di media sosial karena plat form seperti Line Today dan kawan-kawannya saja masih sering menyugukan berita tak berisi dan hanya menjual judul. Dan kalau pun kita lebih sadar, penyebaran berita palsu biasanya berawal dari sosial media yang tidak ada integritasnya dalam menyampaikan informasi dari seluruh dunia secara benar. Lalu salah manusia jika tidak mencari tahu lebih lanjut lagi mengenai kebenaran suatu berita sebelum dikonsumsi. 

Munculnya akun-akun gossip seperti Lambe Tureh dan akun-akun kontradiktif lainnya yang sering membawa nama-nama suku, ras, atau agama, terkadang menjadi portal utama bagi mereka penikmat berita kacangan. Terutama bagi orang-orang yang baru masuk dunia internet dan yang pertama kali dikenal adalah sosial media, menganggap bahwa akun-akun seperti itu adalah sumber berita mereka. Miss komunikasi yang sering terjadi terkadang membuat marak bermunculan perpecahan pihak. Yang satu beranggapan bahwa si pihak lain adalah Teroris, yang lainnya beranggapan bahwa pihak satunya terlalu Islamophobic. Hal tersebut muncul karena kurangnya sumber berita yang didapat mengakibatkan pengolahan berita sedikit dan sudut pandang yang terbentuk tidaklah luas. Masih banyak sisi yang belum terangkat yang seharusnya bisa meminimalisir kasus fake news dan cyber bullying.


Dalam aspek Pendidikan Islam, ada pendidikan moral yang harus di dapat anak saat dalam asuhan orang tua. Kemungkinan besar media sosial menjadi media terbaik untuk perang sosial karena kurangnya penerapan aspek pendidikan dari sudut pandang Islam yang semakin lama semakin tergerus zaman. Freedom of speech? Sepertinya kurang tepat jika kita terlalu mengagung-agungkan ini tanpa memikirkan perasaan orang lain di balik akun. 

Nah, sebenarnya jika umat muslim benar-benar mengamalkan Al-Quran dan Hadits, pasti ketika mendapatkan suatu berita akan di kroscek terlebih dahulu kebenarannya, seperti yang Allah firmankan dalam Surat Al-Hujurat ayat 6, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." 

Lalu Allah pun melarang hambanya, untuk tidak saling menghina dengan memberikan panggilan-panggilan yang buruk. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. 47:11)

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. 47:12) Allah melarang hambanya untuk tidak berburuk sangka dan bergunjing agar persaudaraan tetap erat antara sesama muslim.

Surat Al-Hujurat menerangkan tentang akhlak yang baik yang berhubungan dengan sikap orang mukmin terhadap Allah, Nabi Muhammad saw, sikap mereka terhadap saudara-saudara mereka seagama, sopan santun dalam pergaulan dan pergaulan antar bangsa. Juga menerangkan bagaimana sikap orang-orang mukmin dalam menerima berita dari orang-orang fasik. kemudian surat ini ditutup dengan menerangkan hakekat iman dan keutamaan amal orang-orang mukmin.
"Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. 47:18)

Semoga kehidupan semakin bermakna...



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resolusi Ola 2018

KEHIDUPAN YANG MULAI MERANA